madtechventures.com – Sistem reproduksi dan ekskresi pada pria memiliki desain kompleks di mana saluran kencing dan saluran reproduksi bertemu tetapi tidak bercampur, berkat struktur anatomis yang cermat. Dr. Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS, seorang ahli urologi dari RS Abdi Waluyo, mengungkapkan bagaimana dua katup atau valve berperan dalam memastikan fungsi ini terpisah dengan efektif.

Detail Mekanisme Katup Dalam Sistem Urologi Pria:

  1. Katup Bagian Dalam (Bladder Neck):
    Katup ini, yang juga dikenal sebagai bladder neck, beroperasi secara refleksif. Dr. Adistra menjelaskan, “Selama proses buang air kecil, katup ini terbuka lebar, tetapi saat ejakulasi, katup menutup dengan sangat cepat dan rapat dalam waktu milidetik.” Hal ini mencegah campur tangan antara urine dan sperma.
  2. Otot Bulbocavernosus:
    Berlokasi di bawah katup bagian dalam, otot bulbocavernosus memiliki peran krusial dalam ejakulasi. “Uretra mengarah ke atas, sehingga otot ini membantu mendorong sperma ke depan saat ejakulasi, bukan ke belakang ke dalam kandung kemih,” papar Dr. Adistra.
  3. Katup Bagian Luar:
    Berbeda dengan katup bagian dalam, katup kencing bagian luar dapat dikontrol secara sadar. Ini memungkinkan individu untuk mengatur bukaan katup, “Katup ini secara default tertutup untuk mencegah ngompol, dan dapat dikontrol untuk membuka saat buang air kecil dan menutup saat diperlukan untuk menahan urine,” jelas Dr. Adistra.

Pemahaman tentang struktur ini penting tidak hanya untuk pengetahuan biologi tetapi juga untuk intervensi medis dalam mengatasi masalah urologi. Sistem katup ini memastikan bahwa fungsi ekskresi dan reproduksi bisa berjalan tanpa gangguan, mencegah kontaminasi antara urine dan sperma, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi dan urologi pria.